Call Centre P +627199303784 M +6287896463556 | English Version | Bahasa Indonesia

Pulau Bakau

Secara administrative Pulau Bakau berada di Desa Buku Limau, Kecamatan Manggar. Jarak pulau ini dari Pelabuhan ASDP Manggar sekitar 12,297 mil laut. Karakteristik dan deskripsi destinasi:
* Landscape Pulau Bakau didominasi hutan mangrove, dan keindahannya terletak pada dunia bawah air dan sangat cocok untuk kegiatan menyelam.
* Pulau ini banyak ditumbuhi terumbu karang jenis Species; Acropora hyacinthus, Species; Astreopora ocellata, Species; Symphyllia agaricia, dll.

Pulau Pesambung

Pulau Pesambung merupakan sebuah pulau kecil dalam wilayah Desa Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, dengan jarak tempuh sejauh 15,962 mil laut dari Pelabuhan ASDP Manggar. Karakteristik dan deskripsi destinasi:
* Pulau ini banyak ditumbuhi terumbu karang jenis Spesies; Acropora cytherea, Species; Leptastrea transversa, dll.
* Pulau ini secara umum memiliki daratan yang landai dan pantai pasir putih.
* Vegatasi di pulau ini masih terjaga dengan beragam tumbuhan seperti kelapa, ketapang, bakau, dan pandan laut.

Pulau Penanas

Pulau penanas berjarak tempuh 60 menit dari Kota Manggar. Karakteristik dan deskripsi destinasi:
* Pulau ini banyak ditumbuhi terumbu karang jenis Species; Acropora Formosa, Species; Platygyra sinensis, Species; Pocillopora woodjonesi, dll.
* Para penyelam dapat melihat keindahan jenis terumbu karang tersebut saat melakukan penyelaman dengan kedalaman rata-rata 15 meter.

Pulau Memperak

Kepulauan Memperak, dipulau ini banyak terdapat terumbu karang yang masih alami sehingga banyak terdapat berbai jenis ikan, selain itu pulau ini juga menawarkan berbagai kegiatan wisata minat khusus, seperti diving, snorkeling, dan hiking selain itu wisatawan dapat juga melakukan kegiatan yang lain seperti memancing, menyelam dan berenang serta berjemur.

Pulau ini masih termasuk wilayah Kecamatan Manggar. Karakteristik dan deskripsi destinasi:
* Pulau ini memiliki pasir putih halus dan air laut jernih yang cocok untuk penggemar menyelam.
* Penyelam dapat menikmati keindahan terumbu karang dan biota laut yang terdapat di pulau ini dengan jarak pandang 15 meter di dalam air.
* Jenis terumbu karang yang hidup di pulau ini adalah Turbinaria mesenterina, Pocillopora demicornis, Turbinaria mesenterina, dll

Pulau Siadong

Berjarak tempuh satu jam perjalanan darat dari Bandara Hanandjoeddin kemudian dilanjutkan satu jam perjalanan laut dengan kapal nelayan. Karakteristik dan deskripsi pulau :
* Jenis terumbu karang yang hidup di pulau ini adalah Montipora euquituberculata, Leptoria phrygia,Porites lobata, Polyphyllia talpina, dll.
* Para penyelam dapat menikmati keindahan terumbu karang yang hidup di pulau ini dengan kedalaman menyelam mencapai 15 meter.

Pulau Buku Limau

Pulau Buku Limau, Pulau ini tempat yang sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin menikmati berenang atau kegiatan rekreasi minat khusus seperti snorkeling, selam, memancing dan berjemur. Pantai ini berpasir putih dengan terumbu karang yang indah, selain itu wisatawan juga dapat meyaksikan proses pembuatan ikan asin yang dibuat oleh penduduk lokal.
Terumbu karang menjadi daya tarik utama berkunjung ke wilayah Buku Limau. Pulau ini terletak di koordinat 20 48.028 Lintang Utara dan 1080 25.333 Bujur Timur. Terumbu karang yang banyak ditemukan di wilayah ini adalah Pachyseris gemmae, Echinopora pacificus, Fungia fungites, Lobophyllia hemprichii, dll.

Pantai Serdang

Pantai terbaik untuk menikmati sunrise di Belitung. Pantai Serdang ini terdapat di Kecamatan Manggar, terletak dipusat kota Manggar. Lebar pasir pantai ketika pasang tinggi kurang lebih 3 M, lebar pasir pantai pasang terendah kurang lebih 5 M Panjang pantai kurang lebih 0,5 Km. Pantai serdang memiliki pemandangan yang indah serta memiliki karakteristik pantai berpasir putih dan laut biru yang tenang dengan panorama pohon pinus disepanjang pesisirnya. Karakter pantai ini sangat cocok untuk berenang.Banyak Nelayan Belitung Timur yang menambatkan perahu kater di pantai ini. pemandangan perahu-perahu yang berwarna warni menambah keindahan pantai di tengah kota Manggar ini.

Vihara Dewi Kwan Im

Ini adalah tempat ibadah umat Budha yang sudah berdiri selama kurang lebih 300 tahun lamanya. Berjarak 58,5 km dari Bandara H AS Hanandjoeddin, vihara ini terletak di daerah perbukitan di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar.
Bangunan ini dibangun mengikuti kontur tanah yang ada sehingga akan ditemukan batu besar di dalam vihara ini. Untuk mencapai ruang utama, yaitu ruang ibadah, pengunjung harus menaiki sebanyak 83 anak tangga.
Di dalam area ibadah ini terdapat semua benda-benda yang digunakan untuk beribadah, termasuk patung Buddha yang terletak di altar dan lukisan Dewi Kwan Im. Kwan Im adalah dewi tertinggi dalam kepercayaan Budha.
Mereka juga dapat memenuhi rasa keingintahuan tentang bagaimana masa depan mereka nantinya. Dari teras atas, pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkanyang mengarah ke laut yaitu pantai Burung Mandi.

SD Laskar Pelangi

Sekolah ini menjadi bagian penting dari film Laskar Pelangi. Di sinilah lokasi syuting 10 anak-anak laskar pelangi menimba ilmu dengan penuh suka cita bersama ibu guru mereka, Ibu Muslimah.
Memasuki halaman sekolah ini, kita bisa melihat sebuah bangunan sekolah yang sudah usang. Atap yang berbahan seng serta bangunan yang terbuat dari kayu menjadi ornamen yang membentuk bangunan yang terletak di tengah tanah lapang beralaskan pasir putih ini.
Papan nama SD Laskar Pelangi masih terlihat di sekolah begitu kita mendekati bangunan ini. Memasuki ruang-ruang kelas, kita akan disajikan pemandangan meja dan bangku-bangku kayu yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar. Seperti yang tergambar dalam salah satu film terlaris di Indonesia ini, ruang kelas di SD Muhamadyah Gantong ini terlihat begitu sederhana. Dinding yang terbuat dari kayu dan lantai beralaskan pasir menjadi latar dari ruang kelas.
Berjalan ke bagian belakang sekolah ini, kita bisa melihat bagian-bagian lain dari sekolah ini. Di antaranya, kamar mandi dan surau sederhana yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar agama. Tidak jauh dari surau, terdapat sumur yang digunakan sebagai tempat mengambil wudhu.
Kita juga bisa melihat dua tiang penyangga dari kayu yang digunakan untuk menopang bangunan SD yang berlokasi di Kawasan Gantong ini. Kayu ini masih terlihat begitu kokoh menopang bangunan yang terletak tidak jauh dari Museum Kata ini.
Berkeliling di SD Muhamadyah Gantong ini kita seperti menapak tilas kesuksesan film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata. Bagian-bagian ruang yang menjadi latar belakang film masih bisa kita lihat sama seperti ketika digunakan untuk lokasi syuting film yang mengangkat keindahan Pulau Belitung ini.

Museum Kata

Datang ke museum ini, pengunjung akan diajak menapaktilasi perjalanan novel Laskar Pelangi. Mulai dari cuplikan halaman per halaman novel laris tersebut hingga diangkat menjadi sebuah film yang sangat laris di Indonesia.
Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. Foto-foto yang dipasang di halaman museum seperti bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung ini.
Masuk ke dalam museum dan suasana itu semakin terasa. Di ruang ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu”. Selain itu, juga terdapat cuplikan dari novel yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa ini.
Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini.
Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasar nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang pun menjadi pemandangan yang menarik di ruang ini. Foto ini diambil dari film yang disutradarai Riri Reza.
Di sebelah Ruang Ikal, terdapat Ruang Lintang. Lintang merupakan sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang saat berboncengan dengan Ikal.
Selain itu, terdapat satu ruang lain yang letaknya agak terpisah dengan Ruang Lintas dan Ruang Ikal. Ruang tersebut adalah Ruang Mahar. Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama.
Setelah melewati ruang Mahar, pengunjung akan sampai ke Ruang Dapur. Di ruang ini, pengunjung akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Warkop Kopi Kuli, begitulah papan yang ditempel pada dinding di ruang ini. Di sini, pengunjung dapat memesan kopi sebagai teman bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum.
Museum ini didirikan oleh sang penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Untuk masuk ke museum yang diresmikan pada Bulan November 2012 ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.
Museum Kata Andrea Hirata menjadi museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berkunjung ke museum ini bisa membuat pengunjung mengenal bagaimana karya sastra menjadi bagian penting bagi kehidupan. Dari museum ini, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi untuk lebih mencintai karya sastra, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

12